wrap up dehidrasi

Download WRAP UP Dehidrasi

Post on 05-Dec-2014

38 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

just for help

TRANSCRIPT

WRAP UPDEHIDRASI

Kelompok A-13

Ketua Sekretaris

: Abd. Halim Gazali H. : Dian Suciaty Annisa Abdi Ridha Astuti Chairunnisa Cindy Dwi Primasanti Gisda Azzahra Intan Dwi Susanti Izzam Qalbie Hanifa Nurul Ula

(1102012001) (1102012064) (1102012002) (1102012031) (1102012045) (1102012046) (1102012101) (1102012129) (1102012135) (1102012148)

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI 2012-2013

SKENARIO 1 DEHIDRASI Seorang remaja 19 tahun dibawa ke IGD RS YARSI karena pingsan setelah berolahraga. Pada pemeriksaan fisik : tampak lemas, bibir dan lidah kering. Sebelum dibawa ke rumah sakit, temannya telah memberikan larutan pengganti cairan tubuh. Di RS, penderita segera diberikan infus cairan elektrolit. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan : Kadar Natrium : 130 mEq/L (Normal = 135-147), Kalium : 2,5 mEq/L (N = 3.5-5.5) dan Klorida : 95 mEq/L (N = 100-106). Setelah kondisi membaik pasien diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk minum sesuai dengan etika Islam.

1

SASARAN BELAJAR

LI. 1. Mempelajari dan Memahami Cairan Tubuh dan Larutan LO 1.1 LO 1.2 LO 1.3 LO 1.4 LO 1.5 Menjelaskan dan memahami definisi cairan dan larutan Memahami dan menjelaskan klasifikasi cairan dan larutan Memahami dan menjelaskan sifat cairan dan larutan Memahami dan menjelaskan factor-faktor mempengaruhi solute Memahami dan menjelaskan perbedaan cairan dan larutan

LI. 2. Mempelajari dan Memahami Keseimbangan Cairan Tubuh LO 2.1 LO 2.2 LO 2.3 LO 2.4 Memahami dan menjelaskan mekanisme cairan tubuh Memahami dan menjelaskan kadar normal cairan tubuh Memahami dan menjelaskan penyebab gangguan cairan tubuh Memahami dan menjelaskan terapi yang diberikan pada gangguan cairan tubuh

LI. 3. Mempelajari dan Memahami Dehidrasi LO 3.1 LO 3.2 LO 3.3 LO 3.4 LO 3.5 Memahami dan menjelaskan defenisi dehidrasi Memahami dan menjelaskan gejala dehidrasi Memahami dan menjelaskan penyebab dehidrasi Memahami dan menjelaskan klasifikasi dehidrasi Memahami dan menjelaskan pengobatan yang diberikan pada dehidrasi

LI. 4. Mempelajari dan Memahami Dehidrasi pada Anak LO 4.1 LO 4.2 LO 4.3 LO 4.4 Memahami dan menjelaskan defenisi dehidrasi pada anak Memahami dan menjelaskan penyebab dehidrasi pada anak Memahami dan menjelaskan manifestasi klinik dehidrasi pada anak Memahami dan menjelaskan terapi yang diberikan pada dehidrasi pada anak

LI. 5. Mempelajari dan Memahami Mineral LO 5.1 LO 5.2 LO 5.3 LO 5.4 LO 5.5 Memahami dan menjelaskan defenisi mineral Memahami dan menjelaskan klasifikasi mineral Memahami dan menjelaskan sumber kebutuhan pada mineral Memahami dan menjelaskan eksresi pada mineral Memahami dan menjelaskan gangguan pada mineral2

LI. 6. Mempelajari dan Memahami Gangguan Keseimbangan Cairan Elektrolit LO 6.1 LO 6.2 LO 6.3 LO 6.4 Memahami dan menjelaskan defenisi gangguan keseimbangan cairan elektrolit Memahami dan menjelaskan klasifikasi gangguan keseimbangan cairan elektrolit Memahami dan menjelaskan manifestasi klinik pada gangguan keseimbangan cairan elektrolit Memahami dan menjelaskan terapi yang diberikan pada gangguan keseimbangan cairan elektrolit

LI. 7. Mempelajari dan Memahami Etika Minum dalam Islam

3

LI. 1. Mempelajari dan Memahami Cairan Tubuh dan Larutan LO 1.1 Menjelaskan dan memahami definisi cairan dan larutan Cairan Cairan adalah bahan yang langsung mengalir secara alamiah, bukan padat atau gas.Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas cairan, persentasenya dapat berubahtergantung pada umur, jenis kelamin dan derajat obesitas seseorang. Pada bayi usia 1 tahunmengandung air sebanyak 70-75%. Seiring dengan pertumbuhan seseorang persentase jumlah cairan terhadap berat badan berangsur-angsur turun yaitu pada lakilakidewasa 50-60% berat badan, sedangkan pada wanita dewasa 50 % berat badan. Larutan Larutan adalah campuran yang homogen dari dua atau lebih macam zat yang terdiri dari solute ( zat terlarut) dan solvent ( zat pelarut) Secara teoritis berdasarkan definisi larutan maka ada sembilan kemungkinan macam larutan. LO 1.2 Memahami dan menjelaskan klasifikasi cairan dan larutan Cairan

Cairan tubuh didistribusi antara dua kompartemen cairan utama : kompartemen intraselular dan kompartemen ekstraselular. 1) Cairan Intraselular Cairan intraselular (intracellular fluid) adalah cairan yang terdapat dalam sel tubuh. Volume lebih kurang 33% berat badan (60% air tubuh total). Kandungan air intrasel lebih banyak disbanding ekstrasel. Presentase volume cairan intra sel pada anak lebih kecil dibandingkan orang dewasa karena jumlah sel lebih sedikit dan ukuran sel lebih kecil. Cairan intrasel berperan pada proses menghasilkan, menyimpan, dan penggunaan energy serta perbaikan sel. Selain itu, cairan intrasel juga berperan dalam proses replikasi dan berbagai fungsi khusus antara lain sebagai cadangan air untuk mempertahankan volume dan osmolalitas cairan ekstrasel. Kandungan Elektrolit Intrasel4

Dalam cairan intrasel, kation utama adalah kalium, sedangkan anion utama adalah fosfat dan protein. Ion K+, Mg2+ dan PO42+ merupakan solute yang dominan untuk menimbulkan efek osmotic pada cairan intrasel. Ion K+ juga penting dalam proses niolistrik. Konsentrasi ion kalsium intrasel sangat rendah. 2) Cairan Ekstraselular Cairan Ekstraselular adalah cairan yang terdapat diluar sel dengan kapasitas 20% dari berat orang dewasa. Cairan ekstraselular terbagi atas : a. Cairan Interstitial : cairan yang terdapat di sekitar sel dengan kapasitas 15% dari berat orang dewasa. b. Cairan Intravaskuler : cairan yang ada di dalam pembuluh darah dengan kapasitas 5% dari berat badan orang dewasa. c. Cairan Transelular : cairan yang terdapat di rongga khusus dari tubuh dengan kapasitas 1-2 L. Contoh dari cairan transelular adalah cairan serebrospinal, pericardial, pleural, sinovial, cairan intrakoular, dan sekresi ginjal. Kandungan Elektrolit Ekstraselular Komposisi bahan yang terlarut dalam subkompartemen cairan ekstrasel (plasma dan cairan interstisium) ternyata berbeda. Hal ini tersebut disebabkan oleh pengaruh keseimbangan Gibbs-Donan (pada kondisi keseimbangan, konsentrasi pasangan kation dan anion yang dapat berdifusi yang dihasilkan pada salah satu sisi membrane akan sana dengan produksi kation dan anion pada sisi lainnya), kadarnya lebih tinggi pada cairan interstisium, kecuali untuk ion Ca2+ dan Mg2+ karena ion ini banyak yang terikat pada protein plasma. Larutan a) Berdasarkan definisi larutan maka ada sembilan kemungkinan macam larutan , yaitu : Solvent No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Fasa Cair Cair Cair Padat Padat Padat Gas Gas Gas Contoh Air Aseton Air Pd Cd Au O2 Udara O2 Solut Fasa Cair Gas Padat Gas Cair Padat Gas Cair Padat Contoh Alkohol Asetilen Garam H2 Hg Ag He Minyak wangi naftalen Spiritus Zat untuk las Larutan garam Gas oven Amalgam gigi Sinsin Gas untuk menyelam Spray Kamfer5

Larutan

b) Larutan berdasarkan kejenuhannya terbagi atas : Larutan tak jenuh (Q < Ksp) : larutan yang solutenya kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Larutan jenuh (Q = Ksp) : larutan yang partikel-partikel terlarutnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi. Larutan lewat jenuh (Q > Ksp) : larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga menjadi endapan. c) Bedasarkan daya hantar listriknya, larutan dibagi menjadi: Larutan elektrolit : Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya mampu menghasilkan ionion. Larutan elektrolit terbagi menjadi: Elektrolit Kuat: larutan yang memiliki daya hantar listrik kuat dengan nilai alfa = 1. Elektrolit lemah: larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan derajat ionisasi diantara 0 dan 1. Larutan non elektrolit : Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya tidak mampu menghasilkan ion-ion. d) Larutan berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut : Larutan Pekat : larutan yang terbentuk dari solute yang relative lebih banyak dari solventnya. Larutan Encer : larutan yang terbentuk dari solute yang relative sedikit dari solventnya. e) Larutan berdasarkan kemampuan menyerapnya : Larutan Ideal : larutan yang memenuhi hukum Roult. Pada larutan ideal tidak terjadi penyerapan atau pelepasan kalor pada saat pencampuran larutan. Larutan tak ideal : larutan yang tidak memenuhi hukum Roult. Larutan tak ideal dibagi menjadi : Larutan yang mengalami pelepasan kalor pada saat pencampuran sehingga merupakan larutan yang mengalami penyimpangan positif dari hukum Roult. Larutan yang mengalami penyerapan kalor pada saat pencampuran yang menghasilkan penyimpangan negative dari hokum Roult. LO 1.3 Memahami dan menjelaskan sifat cairan dan larutan Sifat Cairan a) Tekanan Uap Tekanan gas yaitu tekanan uap cairan ketika kesetimbangan uap cair dicapai, ditentukan hanya oleh suhunya. Baik jumlah cairan maupun volume di atas cairan tidak mempunyai asal akibat cairannya masih ada. Dengan kata lain, tekanan uap cairan dalam ruang ditentukan oleh jenis cairan dan suhunya. Tekanan uap cairan meningkat dengan meningkatnya suhu. Pola peningkatannya khas untuk cairan tertentu.6

b) Titik Didih Wujud saat gelembung terbentuk dengan giat disebut dengan mendidih, dan temperatur saat mendidih ini disebut dengan titik didih. Titik didih pada tekanan atmosfer 1 atm disebut dengan titik didih normal. Titik didih akan berubah bergantung pada tekanan atmosfer. Bila tekanan atmosfer lebih tinggi dari 1 atm, titik didih akan lebih tinggi dari titik didih normal dan sebaliknya. Titik didih adalah salah satu sarana untuk mengidentifikasi zat. Identifikasi zat kini dilakukan sebagian besar dengan bantuan metoda spektroskopi, tetapi data titik didh diperlukan untuk melaporkan cairan baru. Proses penguapan cairan dan mengkondensasikan uapnya di wadah lain dengan pendinginan disebut dengan distilasi. Metoda ini paling sering digunakan untuk memurnikan cairan. c) Titik Beku Bila temperatu