conceptual foundations of communication metatheory and inquiry theori

Post on 02-Apr-2015

221 Views

Category:

Documents

5 Downloads

Preview:

Click to see full reader

TRANSCRIPT

Assumptions of philosophy, Inquiry Communication Theory and Communication Models

Dosen : Umaimah Wahid

Magister Ilmu KomunikasiUniversitas Mercu BuanaSabtu, 10 April 2010

Key Term in Defening Communication

COMMUNICATION

MEANIN

G

ENVIRONMENT

SOCIAL

PROCESS

Symbols

Beberapa definisi Komunikasi1. Hovland , Janis & Kelley, 1953: “ Communication is the process by which

an individual (the communicator) transmitt stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience)”

2. Weaver (1949) “ Communication is all the procedurs by

which one mind can affect another”.

3. Berelson and Steiner (1964)“’Communication : the transmission of informations, ideas, emations, skills, etc., by the use 0f symbols-words, pictures, figures, graphs, etc. It is the act or process of transmission that is ussually called communication.”

4. Gerbner (1966) “Communication is social interaction

through symbols and messages systems”.

. Communication : A Definition“ Human communication is the process through which induviduals in relationships, groups, organizations, and societies create and use informations to relate to the environment and one another”.

• “Communication is the process or act of transmitting a message from a sender to a receiver, through a channel and with the interference of noice; the actual message or message sent or receiver; the study of the processes involved in the sending and receiving of messages. (Devito,1986)

• Dalam buku Human Communication Theory and Research; Concept, Contexts and Challenges by Robert L Heath and Jennings Bryant, 2000:46)

Conceptualizing CommunicationPoint of Convergence

1.Communications Is a Process

2. Communications Is transactional

3.Communication Is Symbolic

Conceptualizing Communication:

Point of Divergence

1.Communication as a social Activity.

2.Communication and Intention.

Conceptual Domains ofCommunication Theory/

Tradisi dalam Teori Komunikasi

1.Rhetorical2.Semiotic

3.Phenomenological4.Cybernetic

5.Sociopsychological6.Sociocultural

7.Critical

Genre Of Communication Theory

1. Structural and Functional Theories

2. Cognitive and Behavioral Theories

3. Interactionist Theories

4. Interprtetive Theories

5. Critical Theories(Dijelaskan pada tatap Muka selanjutnya)

Philosohical Foundations

• Apa itu Theori :1.All theories are abstractions2.Theories are construction3.Theories are intimately tied to action

= James Anderson : Theory… constains a set of instructions for reading the world and acting in it….

(Miller, 2005, Chapter 1)

• Theories help us understand or explain phenomena we observe in the social world. The are the ‘nets with which we catch the world’ or the way in which we make sense of social life.

• Theories is necessarily an abstraction of the social world. But not social world it self.

• Hempel, 1966, theories (Miller, 2005 : 22)

1.Description of phenomena in the social world.

2.Relationships among these phenomena (sometimes in the form of rules or laws).

3.An underlying and abstact storyline that describes mechanisms at work in these relationships.

4.Links between the storyline and the observed phenomena and relationships.

Basic elements of Theory(Littlejohn, 1999:18-19)

1. Philosophical assumptions, (or basic belief that underlie the theory).

2. Concepts (or building blocks).

3. Explanations, (or dynamic conections made by action).

4. Principles, (or guidelines for action)

TEORI

• Teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. (Kerlinger, 1973:9,)

theori dipahami juga :

1. Teori terdiri dari sekumpulan prinsip dan definisi yang secara konsep mengorganisasikan aspek yang empiris secara sistematis.

2. Teori adalah abstraksi

3. Teori terdiri dari asumsi-asumsi dasar yang saling berkaitan.

Ciri umum teori

a.semua teori adalah abstraksi tentang suatu hal. Oleh karena itu sifatnya terbatas.

b. Semua teori adalah konstruksi ciptaan individual manusia.

= Secara sederhana, teori komunikasi pada dasarnya merupakan penjelasan logis tentang fenomena peristiwa komunikasi kehidupan manusia.

Ciri-ciri khusus Teori :• Teori terdiri dari proposisi-proposisi.

• Konsep-konsep dalam proposisi telah dibatasi pengertiannya secara jelas.

• Teori harus mungkin diuji.

• Teori harus dapat melakukan predikasi.

• Teori harus dapat melahirkan proposisi-proposisi.

Fungsi Teori• Fungsi teori (baca Littlejohn, 1999 :31) :

1. Orgonize and summerize2. Focusing3. Clarify

4. Observational5. to Predict

6. heuristic function7. Communicative function

8. Control9. Generative function

Cara meng-Evaluasi Teori :1. Theoritical scope

2. Appropriateness

3. Heuristic Value

4. Validity

5. Passimony (logical simplicity)

1. Openess

(baca Littlejohn, 1999:39)

METHATHEORITICAL CONCIDERATIONS

• Methatheory is theory about theory, considerations involve philosophical commitments on issues such as aspects of social worls we can and should theorize about.

• Three specific areas of metatheory :1. Ontology

2. Epistemology3. Axiology

(disebut juga philosophical assumptions)

Metatheory• Pengertian Metha :

berubah dalam posisi, diluar atau melebihi diluar pengertian dan pengalaman manusia.

• Wilbur Schram, Meta yaitu suatu perangkat pernyataan yang saling berkaitan, pada abstraksi dengan kadar yg tinggi, dan dari padanya proposisi dapat dihasilkan dan dapat diuji secara ilmiah dan pada landasannya dapat dilakukan prediksi mengenai tingkah laku.

Issues in Communication Trheory : A

Methatheoritical Analysisby Bowers and James J. Borac

1. Komunikasi adalah proses transmisi dan penerimaan pesan.

2. Komunikasi adalah aktivitas membangkitkan makna yang general.

3. Komunikasi adalah Prilaku individual

4. Komunikasi adalah relasi antar prilaki-prilaku komunikasi.

5. Komunikasi manusia adalah unik (makhluk pengguna simbol).

6. Komunikasi manusia adalah sebuah bentuk dari komunikasi binatang.

7. Komunikasi adalah proses.

8. Komunikasi adalah statis.

10. Komunikasi berlangsung dimana dan ambigu.

11.Komunikasi mengandung kekuasaan dan mengkonstruksi masyarakat.

12. Semua manusia tidak ada yg tidak berkomunikasi.

13. Komunikasi adalah kontekstual dan

nonkontekstual.

Philosophical Assumptions1. Ontology - Ontology is branch of philosophy that

deals with the nature of being.

- In the social science, ontology deals largely with the nature of human existence.

- In communication, ontology cebters on the natures of human social intercation because being is intricately intertwined with issues communication.

• ONTOLOGI ADALAH KAJIAN FILSAFAT YANG MENELAAH MENGENAI HAKEKAT REALITAS/ BEING- OBJEK KAJIAN.

• APAKAH HAKEKAT KENYATAAN INI SEBENAR-BENARNYA ?

• Being ada dua : fisik dan metafisik

Hakekat Yang Ada (Being)1. Ada sebagai yang ada : mempelajari ttg

sesuatu/benda bahwa sesuatu/benda tersebut benar-benar ada yang ditandai dengan pengamatan panca indra.Ada yang benar-benar ada – hekekat yang ada, disebut ONTOLOGY.

2. Ada sebagai yang illahi, yaitu keberadaan yg mutlak, sesuatu yg keberadaannya tidak tergantung kepada yg lain. Realitas yang tidak dapat ditanggapi oleh manusia.

• BAGI KAUM RASIONALIS YANG ADA ADALAH YANG DAPAT DIPIKIRKAN. (CAGITO ERGO SUM, DESCARTES).

• BAGI KAUM EMPIRIS, YANG ADA ADALAH YANG DAPAT DINDERAI-DIALAMI. (TABULA RASA)

• Dua hal yang penting berkaitan dengan kajian ontologi :1. ASUMSI; FREE WILL (PILIHAN BEBAS)

DAN DETERMINISME2. PELUANG (PROBABILITY)

• Richard Lanigan menjelaskan konsep filsafat komunikasi dengan bentuk-bentuk pertanyaan sbb :

1.Apa yang kamu ketahuai (Metafisika, hakekat yang ada).

2. Bagaimana aku mengetahuainya ? (epistemologi-proses ilmu pengetahuan)

3. Apakah aku yakin (aksiologi : etika dan estetika).

4. Apakah aku benar (logika).

Tiga posisi dalam ontologi(objectivist and subjectivist)

1. Realist position – with regard to phisical world.

2. Nominalist position, the assumption that the social world external to individual cognition is made up of nothing more tha names, concepts and labels which are used to structure reality.

3. Intermediary – social reality cannot be construed as either totally objective (the realist position) or totally subjective (nominalist position).

= Socal reality is sees an intersubjective construction that is created, through communicative interaction – or called a social constructionist position).

EPISTEMOLOGI• EPISTEMOLOGI ADALAH CABANG FILSAFAT

YANG MENGKAJI SUMBER-SUMBER, WATAK DAN KEBENARAN PENGETAHUAN.

• EPISTEMOLOGI ADALAH KAJIAN MENGENAI KAJIAN ILMU PENGETAHUAN ATAU BAGAIMANA ORANG MENGETAHUI APA YANG MEREKA KLAIM KETAHUI.

• EPISTEMOLOGI PADA DASARNYA ADALAH CARA BAGAIMANA PENGETAHUAN DISUSUN DARI BAHAN YANG DIPEROLEH YANG DALAM PROSESNYA MENGGUNAKAN METODE ILMIAH.

• Epistemology is the branch of philosophy theat studies knowlegde, or how people know what they claim to know.

• Pertanyaan-pertanyaan :1. What can we know ?

2. What counts as knowlegde of the social world

3, What is the relationship between knower and the known ?

4. How is knowlegde about the social world accumulated ?

• TERDAPAT TIGA PERSOALAN POKOK DALAM BIDANG INI, YAITU:

1. APAKAH SUMBER-SUMBER PENGETAHUAN ? DARI MANA PENGETAHUAN YANG BENAR DATANG, DAN BaGAIMNA KITA DAPAT MENGETAHUAI ?

> INI SEMUA ADALAN PROBLEMA “ASAL” (ORIGINS)

2. APAKAH WATAK DARI PENGETAHUAN ? ADAKAH DUNIA RIIL DI LUAR AKAL , DAN KALAU ADA DAPATKAH KITA MENGETAHUINYA?

> INI SEMUA ADALAH PROBLEMA PENAMPAKAN (APPEARANCE) TERHADAP REALITAS.

3. APAKAH PENGETAHUAN KITA ITU BENAR (VALID) ? BAGAIMANA KITA MEMBEDAKAN ANTARA KEBENARAN DAN KEKELIRUAN ?

> INI SEMUA ADALAH PROBLEMA MENCOBA KEBENARAN (VERIFICATION).

• DALAM TRADISI FILSAFAT TERDAPAT JALAN TERHADAP PERSOALAN-PERSOALAN BERKAITAN DGN EPISTEMOLOGI yang DIKELOMPOKKAN DALAM DUA ALIRAN, YAITU:

1.RASONALISME

2. EMPIRISME

AD. 1. RASIONALISME . ADALAN KELOMPOK YANG MENYATAKAN

BAHWA AKAL MANUSIA, DAPAT MENGUNGKAPKAN PRINSIP-PPRINSIP POKOK DARI ALAM – MENGHASILKAN PENGETAHUAN.

• DENGAN KATA LAIN, RASIONALISME PERCAYA BAHWA SUMBER PENGETAHUAN TERLETAK PADA AKAL.

• JADI, KEBENARAN DAN KESESATAN TERLETAK DALAM IDE KITA, BUKAN DALAM BARANG SESUATU

• JIKA KEBENARAN MENUNJUK SESUAI DENGAN KENYATAAN, MAKA KEBENARAN HANYA DAPAT DALAM PIKIRAN KITA DAN HANYA DAPAT DIPEROLEH DENGAN ‘AKAL BUDI’.

• EPISTEMOLOGI JUGA BERKAITAN DENGAN NILAI KEBENARAN ILMU PENGETAHUAN YAITU:

1.Teori Koherensi

2.Teori Korespodensi

3. Teori pragmatik

Ad. 2. EMPIRISME• KELOMPOK EMPIRISME BERPENDIRIAN BAHWA SEMUA

PENGETAHUAN ITU PADA DASARNYA DATANG DARI PENGALAMAN INDERA.

• OLEH KARENA ITU MAKA PENGETAHUAN KITA TERBATAS PADA HANYA YANG DAPAT DIALAMI dan PENGETAHUAN DIPEROLEH DARI PENGALAMAN.

• KONSEP INI DIKENAL DGN PENYATAAN JOHN LOCKE, YAITU MANUSIA DILAHIRKAN DENGAN AKAL SEHATNYA MERUPAKAN SEJENIS CATATAN KOSONG (TABULA RASA).

• DALAM BUKU CATATAN KOSONG TERSEBUT KEMUDIAN SEMUA PENGALAMAN INDERAWI DICATAT.

• PENGETAHUAN KITA DIPEROLEH DENGAN JALAN MENGGUNAKAN SERTA MEMBANDINGKAN IDE-IDE YANG DIPEROLEH DARI PENGINDERAAN SERTA REFLEKSI YANG PERTAMA DAN SEDERHANA

• PENGETAHUAN KITA DIPEROLEH DENGAN JALAN MENGGUNAKAN SERTA MEMBANDINGKAN IDE-IDE YANG DIPEROLEH DARI PENGINDERAAN SERTA REFLEKSI YANG PERTAMA DAN SEDERHANA

Objectivist and Subjectivist Positions in Epistemology

Objectivist SubjectivistKind of knowlegde GainedThrough Tjeory

Explanation of social phenomena based on causal relationships

Understanding of social phenomena based on situated knowlegde

Methodological CommitmentsIn Search for Knowlegde

Separation between knower and known through use of the scientific methode

Inquiry from the “inside’ through ethnogrphy and reports of social actors

Knowlegde Goals for theory Development

Cumulation of general knowlegde through testing of the community of scholars

Emergent and local understanding of cases of situated social life.

AKSIOLOGI• AKSIOLOGI ADALAH KAJIAN MENGENAI

NILAI (the studi of values)

• Dua Kajian yaitu:a. Pertimbangan baik dan buruk (Etika) b. Pertimbangan bagus/indah dan jelek

(Estetika).

= Kajian ini muncul atas dasar pertanyaan “apakah ilmu pengetahuan harus ada pertimbangan nilai atau bebas nilai”.

Tiga Pandangan mengenai Nilai Ilmu pengetahuan

1. The classical scientific view that values should have no role in the practice of researchers.

Phillips (1992), believe that “social science must expunge any trace of values”.

G.S. Howard (1985) : “The contraversy is no longer about whethet values influence scientific practice, but rather about how values are embedded in and shape scientific practice”.

2. I Karl Popper (1976) argues that we canoot (should not) eliminate values from the context of discovery, but that within the context of verification we must have mechanisms that will “achive the elimination of extra-scientific values from sciebtific activity t is imposible to eliminate the influence of values from any part of research endeavor. Some values orientations are so embedded in our modes of through as be unconsciously held by virtually all scientist (Philips, 1992).

3. Third position on the role of values in scholarship goes beyond the argument that we cannot expunge values from research orocess to content that we should not separate values from scholarship (Critical Perspective)

• ETIKA ADA DUA :1. ETIKA DESKRIPTIF2. ETIKA NORMATIF

• DALAM KAJIAN NILAI TERDAPAT DUA, YAITU:

1. NILAI SUBYEKTIF2. NILAI OBYEKTIF

Baca Kembali1. Communication Theories : Perspectives,

Processes, and Contexts, by. Katherine Miller, Second Edition, 2005.

2. Theories of Human Communication, by Stephen W. Littlejohn and Karen A. Foss, Eight edition, 2005.

3. JUJUN S. SURIASUMANTRI, FILSAFAT ILMU SEBUAH PENGANTAR POPULER, 1994.

4. LOUIS O. KATTSOFF, PENGANTAR FILSAFAT, 1986.

5. TITUS, SMITH, NOLAN, PERSOALAN-PERSOALAN FILSAFAT, 1984.

top related